Showing posts with label Softskill [PTG]. Show all posts

Dampak Kemajuan Teknologi Game Terhadap Eksistensi Permainan Tradisional  

Posted by Frans
     Perkembangan teknologi terus mepengaruhi segala aspek kehidupan manusia. Tidak terhenti hanya untuk mempermudah kegiatan sehari-hari yang sederhana seperti memasak dan mencuci, tapi juga mulai merangkul aspek komunikasi, pendidikan, bahkan hiburan. Kali ini kita akan membahas dampak teknologi ini terhadap salah satu aspek hiburan yaitu bidang permainan.

     Jika kita ketahui hingga akhir era 90an, keadaan lingkungan tempat tinggal umumnya diramaikan dengan suara anak-anak yang asik bermain disekitar rumah. Ragam permainan mereka juga banyak dimulai dari petak umpet, petak jongkok, konvoy sepeda, lompat tali/karet, dan lain-lain. Semua model permainan itu hanya membutuhkan kondisi fisik yang sehat, tidak lebih. Semua anak pun terlihat bahagia dan menikmati permainan bersama rekan-rekannya. Selain bersenang-senang, mereka juga mendapat pelatihan fisik secara tidak langsung karena tubuh mereka aktif bergerak baik itu berlari, melompat, dan lain-lain layaknya sedang berolah raga.

     Memasuki era milenium, aktifitas anak di luar mulai berkurang yang disebabkan bermunculannya model permainan baru oleh perusahaan-perusahaan besar seperti console game sampai online game. Hanya dalam waktu singkat, secara drastis suasana perumahan menengah ke atas menjadi sepi tanpa diwarnai keramaian anak-anak yang bermain di area tersebut. Peluang bisnis warnet kala itu termasuk salah satu yang paling menjanjikan. Di sana sini mulai terlihat rental-rental yang menawarkan jasa internet ini untuk kepentingan bermain game online. Dalam sekejap seluruh rental ini dipenuhi anak-anak yang bahkan rela mengantri lama demi mendapatkan sebuah kursi untuk bermain game online.

     Hingga akhir tahun 2013, aktifitas bermain anak diluar rumah semakin berkurang dengan kedatangan gadget-gadget berplatform android dan iOS. Tidak sedikit balita yang telah memiliki gadget pribadinya sendiri. Bahkan sudah tidak menjadi hal yang aneh lagi untuk melihat batita asik bermain dengan gadget orang tuanya. Berbagai alasan dilontarkan oleh orang tua mulai dari merasa lebih mudah dikontrol jika anaknya bermain dirumah saja bersama gadget mereka sampai kepada alasan menjaga anak tetap di rumah karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan di luar rumah seperti terluka, kecelakaan, maupun penculikan.

     Dampak yang dapat dirasakan dengan majunya teknologi game terhadap eksistensi permainan tradisional tentunya sudah jelas yaitu pudarnya keberadaan permainan tradisional tersebut. Sangat sedikit anak yang mengetahui permainan tradisional yang pernah ada di bumi pertiwi ini. Jika hal ini terus berlanjut, maka tidak menutup kemungkinan, permainan tradisional yang termasuk kedalam kekayaan budaya negeri ini akan punah. Salah satu kebijakan yang dapat dilakukan untuk mencegah hal itu misalnya dengan mengadakan materi permainan tradisional dalam mata pelajaran kesenian di jenjang SD agar siswa Indonesia pada masa yang mendatang tetap mengetahui keberadaan permainan tradisional anak bangsa terdahulunya. Pemberian materi tidak hanya dalam bentuk teori, namun juga dalam bentuk praktek untuk menarik minat pembelajaran siswa mengenai keberadaan permainan tradisional tersebut.
»»  [ Read More..]

.Hack//G.U.  

Posted by Frans
   Jika sebelumnya telah dibahas mengenai rating untuk video game, sekarang saya akan membahas mengenai salah satu judul game favorit saya. Sebagai salah satu pecinta genre RPG tentu banyak sekali judul game bergenre ini yang telah saya mainkan dan menjadi favorit, namun untuk kali ini saya hanya akan membahas salah satu judul dari sekian banyak judul favorit yaitu dot hack G.U. series (.hack//G.U.) untuk platform Playstation 2. Seri game ini menjadi salah satu seri favorit untuk platform Playstation 2 selain Final Fantasy series, Suikoden series, dan lain-lain dikarenakan fitur yang menarik di dalamnya dimana pemain akan merasakan sebuah sensasi game-ception atau bermain game di dalam game.

   Dalam .Hack//G.U. ini, kita sebagai pemain akan berperan sebagai seorang pemain game online yang akan dihadapkan dengan banyak permasalahan dalam dunia game online yang disebut "The World". Game ini dibuat sedemikian rupa hingga kita akan merasakan hampir benar-benar berada dalam dunia game online dimana karakter yang kita mainkan dapat berinteraksi (berbincang hingga melakukan transaksi barang/item hingga kedua belah pihak mencapai kesepakatan) dengan NPC yang berlalu lalang di dalam kota dan tentunya terdapat party system (melakukan undangan/invitation dengan NPC yang telah terdaftar sebagai teman) dan fitur dungeon dimana kita akan bertemu monster-monster untuk dikalahkan sebagai cara untuk meningkatkan level karakter maupun mencari item yang diinginkan.




   Selain dari fitur-fitur yang telah disebutkan, salah satu hal yang lebih menarik minat saya dalam memainkan game ini adalah alur kisah yang terkandung di dalamnya. Dapat dikatakan kisah yang diceritakan cukup menarik dan terbungkus rapih bersamaan dengan fitur game yang ditawarkan sehingga mampu membuat pemain merasa penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

   .Hack//G.U. terbagi ke dalam 3 bagian yaitu Rebirth, Reminisce, dan Redemption. Seri ini sebenarnya adalah lanjutan dari seri sebelumnya yaitu .Hack//Roots yang meliputi .Hack//Infection, .Hack//Mutation, .Hack//Outbreak, dan .Hack//Quarantine. Game ini dikembangkan oleh CyberConnect2 dan dipublikasikan oleh Bandai dari tahun 2006 hingga 2007. Pada seri G.U. pemain akan berperan sebagai Haseo yang berusaha mengembalikan Shino dari keadaan koma akibat AIDA, virus berbahaya yang menyerang sistem "The World". Sepanjang kisah untuk mewujudkan tujuannya mencari "Tri Edge", sang dalang yang membuat Shino jatuh koma, Haseo bertemu dengan berbagai rekan yang nantinya berperan penting dalam mengubah sikapnya menjadi lebih baik dan membantu suksesnya ia dalam menemukan kebenaran dibalik misteri "Tri Edge".

   Jika ditinjau dari kelebihan dan kekurangan, game ini memiliki sifat kontinuitas dimana untuk pemain yang ingin mengerti dan mengetahui kisah secara utuh dari game, maka pemain harus memulai bermain dari .Hack//Roots dan melanjutkan ke seri .Hack//G.U. Hal ini tentu bisa dikategorikan ke dalam segi kekurangan karena jika seseorang memulai dari DVD akhir (.Hack//G.U. Redemption), maka sudah pasti akan kebingungan dengan berbagai macam istilah yang ada maupun alasan dan/atau tujuan Haseo mengejar Tri Edge. Sedangkan kelebihannya adalah bagi pemain yang memulai pada seri pertama dan menyelesaikannya yaitu dari .Hack//Infection, maka mereka dapat melakukan konversi data untuk seri selanjutnya yaitu .Hack//Mutation dan seterusnya hingga pada akhirnya sampai pada .Hack//G.U. Redemption dan tetap menyimpan semua barang/item yang dimilikinya dari seri sebelumnya.
»»  [ Read More..]

ESRB  

Posted by Frans
Video game merupakan salah satu hiburan terlaris di seluruh dunia. Mulai dari balita hingga remaja bahkan para orang dewasa pun menyukai objek hiburan yang satu ini. Kalau ditinjau dari kemudahan pengaksesan video game, maka sudah tentu dapat dikatakan sangatlah mudah untuk masa-masa sekarang ini. Hal ini didukung pula dengan banyaknya perusahaan pembuat game yang saling berlomba-lomba memasarkan video game buatannya. Persaingan yang tinggi antar perusahaan pembuat game mengakibatkan munculnya beragam tipe video game mulai dari sport, role-playing game (RPG), strtegy, puzzle, dan yang lainnya, bahkan kini mulai banyak yang beralih ke sistem berbasis online agar lebih menarik peminatnya.

Video game memang tergolong mudah untuk didapat dan ampuh dalam urusan menghibur penggunanya. Namun di sisi lain, video game juga memiliki kemampuan untuk mengubah pola pikir penggunanya. Kemampuan ini memang bergantung pada keadaan mental dari penggunanya. Mayoritas mampu memilah antara dunia nyata dengan dunia dalam game. Tetapi tidak sedikit pula yang terjerat hingga pola pikirnya berubah dan mulai menyamakan kehidupan nyata dengan kehidupan dalam game. Hal inilah yang menjadi perkara besar dan utama dari game yang sudah banyak dikecam oleh masyarakat secara global (umumnya kaum orang tua).

Dari beragam tipe game, tentu para developer atau pembuat game semakin berusaha sebaik mungkin untuk menciptakan karya baru yang berbeda dengan judul-judul game yang telah ada. Baik dari sistem game, cara mempermainkan game, hingga audio dan visualisasi yang sesempurna mungkin demi menarik minat konsumen. Tidak sedikit unsur nyata yang diambil dan diterapkan ke dalam suatu game untuk menambah kesan "hidup" dari game tersebut. Mulai dari keadaan alam, aktifitas manusia sehari-hari, hingga pada hal-hal negatif seperti aksi kriminal dan lain-lain. Unsur-unsur tersebut merupakan kunci mengapa sebuah game dapat memiliki kemampuan mengubah pola pikir penggunanya.

Mengingat kemudahan dalam mendapatkan sebuah game, tentu sangatlah riskan bagi pengguna di bawah umur untuk memainkan game yang memiliki unsur negatif. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah kontrol yang dapat menyatakan kelayakan sebuah game untuk diedarkan secara umum dimana semua kalangan dapat dengan mudah memiliki game tersebut. Disinilah peran ESRB (Entertainment Software Rating Board) diperlukan. ESRB adalah sebuah organisasi yang bertugas untuk mengontrol rating dari game yang beredar untuk menentukan skala usia yang layak untuk memainkan game yang bersangkutan. ESRB berdiri pada 1994 sebagai respon dari kritik terhadap konten kekerasan yang terkandung dalam beberapa game pada masa itu (Night Trap, Mortal Kombat, dan video game kontroversi lainnya yang memiliki unsur kekerasan dan seksual).

ESRB memiliki tugas utama untuk memberi rating terhadap suatu game dan mengeluarkan kode etik untuk periklanan dan promosi video game agar terjamin bahwa game yang bersangkutan telah memiliki rating yang sesuai untuk penggunanya. Tanpa adanya rating ESRB, sebuah perusahaan pembuat video game tidak dapat melisensikan game buatannya, bahkan mayoritas penjual video game resmi menyatakan rating ESRB sebagai syarat utama agar game tersebut boleh dijual di tempatnya.

Berikut ini adalah ragam simbol rating ESRB :


Rating Pending (RP)
Simbol ini digunakan pada iklan untuk video game yang belum mendapatkan rating final dari ESRB




Early Childhood (EC)
Video game dengan rating ini dinyatakan cocok untuk anak usia 3 tahun keatas. Umumnya video game dengan rating EC berunsur edukasi yang aman bagi anak balita.



Everyone (E)
Video game dengan rating ini dinyatakan cocok untuk anak usia 6 tahun keatas. Terkadang masih terdapat sedikit unsur negatif seperti kekerasan ringan dan kata-kata yang kurang sopan.



Everyone 10+ (E10+)
Sesuai dengan simbolnya, game dengan rating ini dinyatakan cocok untuk usia 10 tahun keatas dan disarankan dengan dampingan orang tua karena biasanya memiliki beberapa unsur negatif.



Teen (T)
Game dengan rating ini dinyatakan cocok untuk usia 13 tahun keatas dan masih dalam dampingan orang tua karena memiliki unsur yang sudah tidak layak dipertontonkan untuk usia 12 tahun kebawah.



Mature (M)
Video game dengan rating mature dinyatakan hanya untuk kalangan berusia 17 tahun keatas karena memiliki konten dewasa dan orang tua disarankan untuk mengenal game tersebut terlebih dahulu sebelum mengizinkan anaknya memainkannya.



Adults Only (AO)
Rating ini dinyatakan untuk game dengan target pengguna usia minimal 18 tahun. Dalam game dengan rating ini memiliki unsur dewasa yang sangat tidak layak bagi kalangan dibawah usia. Biasanya perusahaan konsol game besar seperti Microsoft, Nintendo, dan Sony Computer Entertainment menolak game dengan rating AO untuk platformnya.


Dalam melakukan rating pada game, ESRB juga mengikut sertakan keterangan lebih lanjut mengenai unsur-unsur yang terkandung dalam game tersebut. Hal ini bertujuan agar konsumen dapat merasa nyaman dalam memilih video game yang sesuai dengan keinginannya. Keterangan ini biasa dikenal sebagai Content Descriptors.

Berikut ini adalah daftar dari Content Descriptors :


Alcohol Reference
Mengandung referensi terhadap dan gambar tentang minuman beralkohol.


Animated Blood
Mengandung animasi darah yang tidak seperti wujud aslinya (tak berwarna atau tekstur yang berbeda).


Blood
Mengandung animasi darah yang nyata.


Blood and Gore
Mengandung animasi darah dan potongan bagian tubuh.


Cartoon Violence
Mengandung kekerasan ringan yang biasa ditemui dalam kartun dimana karakter tidak mengalami cidera setelah dikenai kekerasan tersebut.


Comic Mischief
Mengandung aksi jahil yang bertujuan untuk unsur komedi.


Crude Humor
Mengandung dialog/lelucon yang mengandung unsur vulgar.


Drug Reference
Mengandung referensi terhadap dan gambar tentang obat terlarang.


Fantasy Violence
Mengandung kekerasan dengan unsur fantasi yang melibatkan karakter manusia maupun non-manusia pada situasi yang sangat mudah dibedakan dengan dunia nyata.


Intense Violence
Mengandung kekerasan yang realistis. Dapat mengandung unsur darah, Gore, senjata, kematian, maupun cidera parah pada manusia.


Language
Mengandung unsur bahasa yang kurang sopan.


Lyrics
Mengandung unsur negatif (kekerasan, seksualitas, alkohol, dll) pada musik dalam game.


Mature Humor
Mengandung dialog dengan humor dewasa (menyinggung seksualitas).


Nudity
Mengandung unsur telanjang.


Partial Nudity
Mengandung unsur setengah telanjang.


Real Gambling
Mengandung unsur judi secara nyata dengan menggunakan mata uang asli.


Sexual Content
Mengandung unsur seksual. Biasanya juga terkandung partial nudity.


Sexual Themes
Mengandung unsur yang bertema seksual.


Sexual Violence
Mengandung unsur kekerasan seksual seperti pemerkosaan dan lain-lain.


Simulated Gambling
Mengandung unsur judi secara maya (simulasi tanpa menggunakan mata uang asli).


Strong Language
Mengandung bahasa yang kasar.


Strong Lyrics
Mengandung bahasa kasar pada musik dalam game.


Strong Sexual Content
Mengandung unsur seksual dengan frekuensi penampilan animasi atau gambar yang tinggi.


Suggestive Themes
Mengandung unsur yang sifatnya profokatif.


Tobacco Reference
Mengandung referensi dan gambar mengenai produk tembakau (rokok).


Violence
Mengandung unsur kekerasan yang agresif. Dapat mengandung animasi darah dan pemotongan tubuh.


Violent References
Mengandung referensi terhadap tindak kekerasan.


Rating dari ESRB umumnya dapat dilihat pada bagian cover dari produk (video game) atau dengan mengunjungi website ESRB.

Berikut ini adalah beberapa contoh game dari tiap jenis rating :


Early Childhood (EC)

"Ni-Hao, Kai-Lan. Kai-Lan's Great trip to China!"
Game ini adalah game aktifitas dimana pemainnya diajak untuk berpetualang bersama seorang anak TK menjelajahi negeri Cina untuk bertemu bayi panda. Pemain dapat melakukan banyak aktivitas seperti mencocokkan bentuk benda, mewarnai gambar, bahkan memasak nasi goreng. Sangat cocok untuk anak kecil karena tidak mengandung unsur negatif sedikitpun.





Everyone (E)

"Bomberman Fantasy Race"


Game ini masuk dalam kategori E karena memiliki content descriptors : Mild Violence, dimana pemain dapat melukai lawan balapnya dalam game dengan menggunakan bom namun tidak terlihat adanya cidera seperti luka pada karakter lawan.


Everyone 10+ (E10+)

"FINAL FANTASY FABLES: Chocobo's Dungeon
"
Game ini memiliki content descriptors : Fantasy Violence, dan Mild Suggestive Themes dimana terdapat kekerasan yang berunsur fantasi (mustahil dilakukan dalam dunia nyata seperti penggunaan sihir berelemen api, es, dan lain-lain).



Teen (T)

"FINAL FANTASY TACTICS: THE WAR OF THE LIONS
"
Game ini memasuki kategoti teen karena mulai memiliki beberapa unsur seperti Blood, Drug Reference, Fantasy Violence, Mild Suggestive Themes yang sudah tidak cocok untuk anak dibawah 13 tahun. Secara umum, game ini merupakan game strategi dimana pemain harus memenangkan peperangan dalam setiap stage nya mengikuti alur cerita game.



Mature (M)

"Shin Megami Tensei: Persona 4
"
Game ini memiliki konten : Alcohol Reference, Animated Blood, Language, Partial Nudity, Sexual Themes, Violence sehingga sudah digolongkan untuk pemain berusia minimal 17 tahun. Terdapat unsur kekerasan dan unsur seksual seperti diperlihatkannya beberapa bagian tubuh tokoh game.



Adults Only (AO)

"Crystal Fantasy
"
Game dari MacDaddy Entertainment dengan konten Strong Sexual Content ini sudah tentu digolongkan ke dalam rating AO. Tidak perlu lagi diperjelas mengenai isi dari game ini karena hanya memiliki satu content descriptor.

»»  [ Read More..]

Sejarah Perkembangan Game  

Posted by Frans
     Di masa kini video game sudah menjadi sesuatu yang lumrah di kalangan masyarakat. Bahkan balita sudah banyak yang memainkan video game sederhana. Jika dibandingkan dengan keadaan pada zaman dahulu, tentu sangatlah berbeda. Perkembangan teknologi yang begitu pesat menjadi faktor pemicu perubahan ini.

Berikut adalah ulasan sejarah perkembangan game secara singkat :


Pada 1940, Edward U. Condon mendesain sebuah komputer untuk pameran Westinghouse yang mempertunjukkan sebuah game tradisional yaitu 'Nim', sebuah game yang katanya berasal dari negeri bambu yang biasa disebut dengan 'Jianshizi'. Dalam pameran tersebut, puluhan ribu orang memainkan game 'Nim' ini dan komputer rancangan Edward tersebut mengalahkan sekitar 90% dari total pemain.


Pada 1947, Thomas T. Goldsmith Jr. dan Estle Ray Mann merancang sebuah game menembak dengan menggunakan tabung sinar katoda yang dipasang pada sebuah layar oscilloscope. Mereka menamai game ini sebagai "Cathode ray tube amusement device."



Pada 1950, Claude Shannon membuat dasar pemrograman untuk game catur. Beberapa tahun setelahnya, ia bersama Englishman Alan Turing memprogram sebuah game catur.



Di tahun 1952, A. S. Douglass membuat game tic-tac-toe pada sebuah komputer di Cambridge EDSAC untuk penelitiannya mengenai interaksi antara manusia dan komputer.



Programmer di New Mexico's Los Alamos Laboratories, berhasil mendevelop program BlackJack pertama pada sebuah mesin IBM-701 pada tahun 1954.



Arthur Samuel membuat sebuah program permainan checkers yang tertulis pada sebuah mesin IBM-701 pada tahun 1956. Hal yang mengejutkan adalah ketika 6 tahun kemudian, programnya mengalahkan seorang master checkers.



Willy Higinbotham adalah pencipta game tennis pada sebuah oscilloscope dan komputer analog untuk didemonstrasikan secara publik di Brookhaven National Laboratory pada 1958. Meskipun sempat dilupakan, namun pada akhirnya gamenyalah yang menjadi landasan video game terkenal seperti Pong.



Di tahun 1962, pelajar dari MIT, Steve Russel, menciptakan Spacewar!, sebuah video game berbasis komputer pertama yang menyebar ke seluruh komputer di negaranya.



Sehari setelah Dartmouth mengalahkan Princeton dengan score 28-14 pada sebuah pertandingan 'american football', seorang pelajar Dartmouth membuat sebuah video game football berbasis komputer pertama pada tahun 1965 setelah John kemeny dan Keith Bellairs menciptakan game komputer pertama menggunakan bahasa pemrograman BASIC.



Pada 1967, Ralph Baer menciptakan 'Brown Box', sebuah prototype video game yang dapat digunakan oleh pemainnya untuk bermain game-game seperti tenis dan lain-lain.



Setahun setelah Ralph Baer menciptakan game berbasis televisi interaktifnya, Magnavox meluncurkan Odyssey, sebuah video game rumahan pertama tepatnya di tahun 1968.



Di 1972, Nolan Bushnell dan Al Alcorn dari Atari mendevelop sebuah game tenis meja arcade yang dinamai 'Pong'. Nama yang familiar bukan ? Ya, tepat sekali, 'Pong' dibentuk berdasarkan penemuan Willy Higinbotham pada 1958 yang terlupakan. Pong menjadi game arcade legendaris semenjak saat itu. Tiga tahun kemudian, Nolan memasarkan 'Pong' versi rumahan agar fans 'Pong' tidak perlu pergi ke tempat yang memiliki arcade 'Pong'.



Pecinta game bergenre RPG (Role Playing Game) mungkin tidak tahu bahwa game RPG pertama tidak memiliki grafik sama sekali. Game ini diciptakan pada 1976 oleh Don Woods berdasarkan seri 'Adventure' buatan William Crowther pada 1975. Game buatan Don ini  berbasis teks yang menarik pemainnya untuk berimajinasi menyesuaikan dengan konten cerita gamenya.



Pada 1977, console game Atari diluncurkan yang terkenal dengan 'Atari 2600'. Console game ini memiliki sebuah joystick, catridges, game dengan warna (tidak hitam putih), dan switch untuk memilih jenis game dan tingkat kesulitan game. 'Atari 2600' berhasil menjadi console game rumahan bagi jutaan penduduk Amerika pada masanya.



Pernah mendengar judul game 'Space Invaders' ? Salah satu game legendaris buatan Taito dari Jepang ini dulunya mencharge pemainnya seharga 100 yen coin untuk bermain. Fenomena ini terjadi pada 1978, dan setahun kemudian sekitar 60.000 mesin 'Space Invaders' dilokasikan di USA yang pada akhirnya turut menjadi terkenal di negeri paman sam itu.



Pada 1979, Mattel meluncurkan console game bernama 'Intellivision'. Console ini lebih maju daripada 'Atari 2600' dengan grafis dan controller yang lebih baik.



Ingat dengan salah satu game legendaris 'Pac-Man' ? Toru Iwatani dari Namco membuat 'Pac-Man' berdasarkan inspirasinya terhadap seloyang pizza yang telah diambil satu slice pizza. Pada 1980, 'Pac-Man' dipasarkan dan menjadi game populer pada masa itu dalam platform 'Atari 2600'. Dua tahun kemudian 'Ms. Pac-Man' meluncur dan menjadi best-selling arcade game sepanjang masa karena memiliki unsur emansipasi wanita.



Di 1981, Donkey Kong milik Nintendo sangat terkenal dengan karakter utamanya "si pelompat legendaris". Tahu siapa dia ? Mayoritas orang tentu mengenal karakter pelompat ini namun mungkin dalam seri game yang berbeda pada tahun-tahun menjelang era milenium. Tak lain dan tak bukan adalah 'Mario' yang terkenal di dunia Nintendo buatan Shigeru Miyamoto.



Game legendaris lain lahir pada 1984. Game buatan ahli matematik Rusia bernama Alexey Pajitnov ini hanyalah game puzzle sederhana, namun game ini sangat populer. 'Tetris' sebagai nama dari game ini menjadi paket wajib untuk Game Boy dari Nintendo di akhir era 80an.



Pada 1987, genre RPG mulai merebak dengan keluarnya 'Legend of Zelda' buatan Shigeru Miyamoto, 'Dungeons and Dragons' dari SSI, dan 'Leisure Suit Larry' dari Sierra.



Akhirnya akhir era 80 pun tiba dengan meluncurnya Game Boy dari Nintendo. Game Boy yang merupakan handheld gaming klasik terpopuler merupakan terobosan baru pada masa itu karena dengan jenis handheld, itu artinya console ini mudah dibawa kemana saja dengan battery life yang lama.



Bagi pengguna produk Microsoft terutama OS Windows tentu tidak asing lagi mendengar game bundle microsoft yang satu ini. 'Solitaire' muncul pada 1990 dalam Windows 3.0.



Pada 1991, Sega membutuhkan sesosok maskot untuk consolenya Genesis atau yang terkenal dengan nama Mega Drive di Jepang. 'Sonic the Hedgehog' pun lahir sebagai maskot Sega dan menjadi sangat populer bahkan di amerika. Semua orang menyukai si biru yang cepat satu ini.



Bagi pecinta genre RTS (Real Time Strategy), apakah kalian tahu game RTS populer pertama ? Mungkin sebagian besar hanya mengetahui DOTA sebagai game RTS terpopuler, namun sesungguhnya pada tahun 1992, 'Dune II' keluaran Westwood Studio adalah game RTS terpopuler pertama pada masa itu.



Pada 1995, Sony meluncurkan console game nya yang populer yaitu 'PlayStation'. Di USA, console ini dibanrol 100$ lebih murah daripada 'Sega Saturn'. Oleh karena harganya yang lebih murah ini disertai hadirnya 'Nintendo 64' pada tahun 1996, Sega pun melemah dalam bisnis console game. Hingga pada tahun 2000 dimana Sony meluncurkan 'PlayStation2' yang menjadi console game rumahan terdominan, akhirnya Sega harus angkat kaki dari dunia perbisnisan console game rumahan.



Di akhir era 90, Sony Online Entertainment meluncurkan 'EverQuest', sebuah game online yang mengajak para pemainnya untuk bergabung dalam guild dan melawan monster-monster untuk menaikan level mereka di dunia 'Norrath'.



Kepopuleran menyerang genre game simulasi pada tahun 2000. Will Wright membuat game simulasi tentang keseharian manusia dengan judul 'The Sims'. Meskipun bukan game simulasi pertama, namun 'The Sims' adalah game simulasi terpopuler dan meraih "best-selling computer game ever" dan sebagai game terpopuler dikalangan perempuan.



Tidak mau berhenti berkarya, Microsoft ikut turun ke dunia console game pada 2001 dengan meluncurkan Xbox.



Pada 2003, Valve ikut memanaskan dunia PC gaming dengan merilis Steam, sebuah platform distribusi digital yang memiliki fitur download game, play the game, dan update the game untuk penggunanya. Hal ini memudahkan pemain untuk tetap up-to-date.



Nintendo tetap mempertahankan dominasinya dalam dunia handheld gaming dengan meluncurkan Nintendo DS pada 2004. Berbeda dengan Game Boy rilisannya terdahulu, DS dapat dikatakan canggih pada masa itu dengan adanya fitur touchscreen dan grafis yang lebih renyah.



Microsoft terus mengembangkan Xbox nya hingga pada tahun 2005 meluncurlah Xbox 360 yang menjadi populer dengan sistem multiplayer online nya.



Pada 2006, Nintendo ingin membuat terobosan baru dalam dunia video game dimana pemainnya diajak untuk ikut 'bergerak'. Tak lain dan tak bukan adalah Nintendo Wii dengan controllernya yang inovatif berbentuk remot dan mampu mensinkronisasikan gerakan pemainnya dengan karakter dalam game. Dengan adanya terobosan ini, orang-orang yang dulunya tidak pernah menyukai game akhirnya ikut menyukai video game.



Game sosial seperti 'Farmville' dan game mobile seperti 'Angry Birds' mengguncang dunia pada kisaran tahun 2009. Jutaan orang yang tidak pernah menyatakan dirinya sebagai gamer harus berpikir lagi dengan hadirnya game-game ini. Dengan adanya media sosial seperti 'Facebook' yang menjadi gerbang untuk memainkan game sosial 'Farmville', mereka harus mulai mengakui bahwa dirinya adalah seorang gamer juga.



Di tahun 2011, gamer dimanjakan dengan meluncurnya Elder Scrolls V: Skyrim yang menonjolkan unsur indah, megah, dan dunia fantasi yang luas untuk ditelusuri.


Sumber : www.icheg.org/icheg-game-history/timeline/ 
All pictures posted were taken from icheg online collections and copyrighted to their respective owners.
»»  [ Read More..]

Fulapi Bard (Flappy Bird)  

Posted by Frans
         Siapa yang tidak kenal dengan game mobile terkenal yang satu ini ? Tentu mayoritas umum pemilik smartphone Android maupun iPhone mengenal game yang satu ini. Tak lain dan tak bukan adalah Flappy Bird, sebuah game buatan Dong Nguyen yang besar di Van Phuc (sebuah desa diluar Hanoi). Semasa kecil Dong Nguyen memainkan sebuah video game yang cukup terkenal berjudul Super Mario Bros. Ia mulai terjun ke dunia programming semenjak umur 16. Saat ia berumur 19 tahun, Dong Nguyen berhasil memenangkan internship di Punch Entertaintment (salah satu perusahaan video game di Vietnam). Dikala iPhone sedang booming dengan aplikasi game terkenalnya, Angry Bird, Dong Nguyen berhasrat untuk membuat game yang lebih simpel untuk orang-orang. Alhasil, Flappy Bird pun berhasil dibentuk hanya dalam jangka waktu 2 sampai 3 hari saja. Karakter Flappy Bird sesungguhnya berasal dari sebuah platform game yang batal diluncurkan pada 2012. Dong Nguyen meyakini bahwa tidak ada hal yang mustahil dalam game buatannya ini.

         Dong Nguyen percaya bahwa game contemporer dari barat terlalu kompleks. Di perusahaannya, Gears Studios, memiliki filsafah untuk game produksinya yaitu "heavily influenced by retro pixelated games in its golden age. Everything is pure, extremely hard and incredibly fun to play." atau dengan kata lain game pixel yang murni, sulit, namun menyenangkan untuk dimainkan.


         Mengenai kepopuleran Flappy Bird tersendiri, sesungguhnya Flappy Bird bukan salah satu game "wah" yang biasanya bergantung dengan tampilan grafik dalam game, gaya permainan, fitur-fitur terkandung di dalam game, story line atau alur cerita dari game tersebut, dan lain-lain. Flappy Bird hanyalah game sederhana, sesederhana mungkin sehingga semua orang sanggup memainkannya. Ya, hal itulah yang membuat game ini populer. Semua orang dapat memainkannya tanpa perlu berlatih, berbeda dengan kebanyakan game konsol yang beredar dengan desain grafis yang spektakuler dan fitur permainan yang fantastis. Sangat besar kemungkinannya untuk game-game "hebat" tersebut membutuhkan hardware dengan spesifikasi tinggi atau bahkan membutuhkan perangkat khusus agar dapat dimainkan, sedangkan Flappy Bird hanya membutuhkan sebuah device dengan fitur touch screen dengan platform Android maupun iPhone, dan semua mampu memainkannya secara langsung tanpa perlu membaca sebuah tutorial bermain yang rumit.


         Kendati demikian, Flappy Bird ditarik dari peredaran pada bulan Februari 2014 lampau. Hal ini sangat mengejutkan ketika Dong Nguyen mengumumkan di Twitter bahwa gamenya itu akan ditarik dari Apple's App Store dan Google Play dengan pesan "I am sorry 'Flappy Bird' users, 22 hours from now, I will take 'Flappy Bird' down. I cannot take this anymore." Dong Nguyen menyatakan bahwa penarikan gamenya itu tidak ada kaitannya dengan masalah keilegalitasan. Namun, tak lama setelah itu, Twitternya dibanjiri oleh pesan dari para fans 'Flappy Bird' yang kecewa atas pengumumannya tersebut hingga ada yang mengancam akan membunuhnya ataupun akan melakukan bunuh diri.


         Setelah penarikan aplikasi game tersebut, banyak media yang menyatakan bahwa beberapa penjual di eBay menawarkan smartphone yang memiliki aplikasi game 'Flappy Bird' di dalamnya dengan harga yang luar biasa tinggi, namun daftar penjualan tersebut segera dihapus oleh eBay karena melanggar peraturannya yaitu perangkat gadget sejenis smartphone harus diset dalam keadaan pabrik (factory settings atau dapat dimaksud dengan keadaan semula saat produk diluncurkan dari pabrik tanpa ada yang diubah, ditambah, ataupun dikurangi fiturnya).


         Saat diinterview oleh Forbes, Dong Nguyen menyatakan bahwa Flappy Bird ditarik karena sifatnya yang ternyata berunsur candu di kalangan masyarakat global. Pada awalnya ia hanya membuat Flappy Bird untuk dimainkan dengan santai, namun ternyata fakta berkata lain. Untuk mengatasinya, terpaksa ia harus menarik Flappy Bird dari peredaran, karena ia menjadi merasa bersalah bahkan ketika tidur. Ia menyatakan perasaan leganya ketika gamenya ditarik dari peredaran. Pada 19 Maret 2014, Dong Nguyen menyatakan bahwa Flappy Bird akan dirilis kembali, namun tidak dalam waktu dekat.


sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Flappy_Bird
»»  [ Read More..]